Desa Karangwangun kembali menggelar tradisi akbar tahunan yang sarat makna Haul Sesepuh Desa dan Sedekah Bumi Tahun 2025. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini menjadi ajang spiritual, budaya, sekaligus kebersamaan warga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT serta penghormatan kepada para leluhur desa.
Kamis, 16 Oktober 2025 – Ziarah dan Khotmil Qur’an
Acara dibuka dengan ziarah akbar ke TPU Desa Karangwangun pada sore hari pukul 15.30 WIB. Warga bersama perangkat desa berbondong-bondong mendoakan para sesepuh dan tokoh pendiri desa yang telah berjasa membangun Karangwangun hingga menjadi seperti sekarang.
Malam harinya, suasana khidmat berlanjut dengan khotmil Qur’an di Balai Desa Karangwangun, menandakan doa bersama agar desa senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari bala.
Jumat, 17 Oktober 2025 – Tumpengan & Seni Tradisi Cirebonan
Momentum hari kedua menjadi puncak semangat gotong royong dan pelestarian budaya. Seusai salat Jumat, warga melaksanakan acara Sedekah Bumi dan tumpengan keliling desa, dimulai dari titik kumpul di Balai Desa Karangwangun.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah, serta menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Malamnya, desa disemarakkan dengan pertunjukan seni khas Cirebon, seperti Tari Topeng, Burok, Sintren, hingga Tengdung, yang digelar di Balai Desa. Suasana penuh warna dan hiburan rakyat ini menjadi bukti nyata bahwa Karangwangun tak hanya menjaga adat, tapi juga merawat kebahagiaan bersama.
Sabtu, 18 Oktober 2025 – Pengajian Akbar bersama Ustadz Maulana
Sebagai penutup, di malam puncak akan digelar Doa Bersama dan Pengajian Akbar dengan menghadirkan penceramah kondang Ustadz M. Nur Maulana di Balai Desa Karangwangun. Dengan gaya ceramah khasnya yang penuh semangat dan kehangatan, Ustadz Maulana akan mengajak jamaah memperkuat iman serta meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jamaaaah... oh Jamaaah!” suara khas beliau pastinya akan menggema hangat di tengah-tengah masyarakat Karangwangun yang penuh antusiasme.
Melestarikan Tradisi, Menguatkan Kebersamaan Haul Sesepuh dan Sedekah Bumi bukan sekadar acara tahunan, tapi juga menjadi jembatan spiritual dan budaya antara generasi terdahulu dan generasi kini. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Karangwangun mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong, religiusitas, dan cinta tanah kelahiran.
Karangwangun bukan hanya hebat dalam pembangunan — tapi juga kuat dalam menjaga ruh budaya dan spiritual desa.